Kabupaten Bone menjadi tempat pelaksanaan 2026 ini, tentunya mempersiapkan diri menjadi pelaksana yang baik.
Hajatan besar ini tentunya menjadikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone untuk melaksanakan secara maksimal dan spektakuler. Pemkab Bone telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah yang baik dan sekaligus mendukung penuh suksesnya pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 25 hingga 30 September 2026.
Gau' Maraja tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi diharapkan menjadi ruang silaturrahmi. Tempat bertemunya masyarakat, baik yang bermukim di Bone maupun diluar. Tentu dimaksudkan untuk saling menyambung silaturahmi dalam bingkai budaya.
Menariknya, gelaran budaya yang berlangsung 6 hari tersebut, tidak dipusatkan hanya di satu lokasi. Akan tetapi berlangsung disejumlah tempat di berbagai kawasan di Bone. Sehingga pelaksanaannya bakal dinikmati oleh masyarakat diberbagai pelosok.
Beberapa lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Gau Maraja, seperti Tana BangkalaE, Lapangan Merdeka Watampone, Mess Guru, Bola Subbi’e, Lapas Tua Bone, Hutan Pinus Bulutana, Desa Angkue, Museum Lapawawoi, Lappo Ase, hingga Bakunge.
Ketua APDESI Bone, H. Rusli sangat mengapresiasi pelaksanaan GAU' MARAJA 2026 dengan tema
“Simfoni Lumbung: Merayakan Pangan dan Budaya."
Menurut Rusli, ini acara yang sangat besar dan akan berlangsung spektakuler. Olehnya itu, masyarakat Bone harus mendukung pelaksanaannya.
Sementara ketua Paguyuban IKM Bone, Wawan sangat bersyukur dengan adanya kegiatan GAU' MARAJA ini. Ini bakalan meningkatkan perputaran ekonomi di Kabupaten Bone. Tentu omzet pelaku IKM dan UMKM bakal meningkat.