SUKASULSEL.COM,BONE — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Riyadul Muttaqin, Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, berlangsung semarak, Senin (14/9/2026) malam.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya male yang disiapkan untuk menjamu jamaah. Ketua panitia, sekaligus Kepala Desa Uloe, Abd Rahman, menyebut sedikitnya 1.400 male tersedia dalam pelaksanaan Maulid tahun ini.
Bahkan, sejumlah warga secara sukarela membawa hingga 10 sampai 20 male untuk dibagikan kepada masyarakat dan tamu yang hadir.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Ketua Pengadilan Negeri Watampone, sejumlah kepala dinas dan kepala badan, camat serta para kepala desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone turut memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah. Ia menyumbangkan 300 zak semen untuk pembangunan Masjid Riyadul Muttaqin Uloe dan 200 Sak Semen untuk Masjid Pakkasalo.
Bupati mengatakan, tradisi Maulid harus terus dipelihara secara bersama-sama karena bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.
“Maulid ini harus kita pelihara bersama. Saya melihat Maulid di Uloe ini paling ramai di Bone. Di sini terlihat religiusnya masyarakat Uloe. Kita bawa pulang hikmah Maulid. Yang terpenting, kita harus meneladani sifat Rasulullah,” ujar Bupati.
Di hadapan masyarakat, Andi Asman juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja dan mengabdikan diri bagi masyarakat Bone.
“Saya sudah wakafkan diri saya untuk masyarakat. Alhamdulillah, sudah satu tahun empat bulan, jumlah jalan yang sudah kita kerjakan mencapai 480 kilometer. Insya Allah, doakan sebelum lima tahun kita sudah perbaiki semua jalan di Bone,” katanya.
Selain berbicara mengenai pembangunan, Bupati juga mengingatkan masyarakat tentang nilai-nilai kehidupan yang diwariskan orang tuanya melalui falsafah Bugis, yakni getteng (teguh pendirian), lempu (jujur), serta ada tongeng temmappasilengeng (berkata benar dan tidak membeda-bedakan).
Ia juga menyampaikan pesan Bugis, “Appunnae bicarae, iyya mappunnai jamangnge,” yang mengandung pesan tentang pentingnya keselarasan antara perkataan dan tanggung jawab dalam pekerjaan.
Bupati mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan saling membantu.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Uloe yang juga Ketua Panitia Maulid, Abd Rahman, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Bone bersama rombongan.
"Alhamdulillah, terima kasih juga atas waktunya bapak Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman yang meluangkan waktu hadir bersama masyarakat Uloe merayakan maulid," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat warga terlihat dari banyaknya male yang dibawa secara sukarela untuk menjamu para tamu dan jamaah.
“Alhamdulillah, ada warga yang membawa 10 sampai 20 male. Ini menunjukkan kebersamaan dan semangat masyarakat dalam merawat tradisi Maulid,” ungkapnya.
Camat Dua Boccoe, H. Amirat, juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Bone atas kehadirannya bersama rombongan dalam peringatan Maulid Nabi di Desa Uloe.
“Terima kasih, Puang, atas kehadirannya di acara Maulid ini,” ujarnya.
Malam Maulid di Uloe pun menjadi gambaran kuat tentang bagaimana tradisi keagamaan, kebersamaan warga, dan kepedulian terhadap pembangunan masjid berpadu dalam satu momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengambil teladan dari akhlak Rasulullah SAW.(*)
