Tuntas Digembleng, 5.159 Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Siap Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Pesisir

SUKASULSEL.COM,JAKARTA — Ribuan peserta berdiri tegap di Lapangan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (31/7/2026). 

Upacara penutupan Diklat Bela Negara SPPI KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bukan sekadar seremoni berakhirnya pelatihan. Momen itu menjadi penanda lahirnya 5.159 calon pengelola yang kini mengemban amanah untuk menggerakkan kampung-kampung nelayan menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian Pelatihan Manajerial SDM Pengelola KNMP yang selama beberapa pekan dilaksanakan serentak di 10 titik pelatihan di berbagai daerah. Program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak utama pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih.

Bukan hanya dibekali semangat pengabdian, para peserta juga ditempa dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam mengelola sebuah kawasan ekonomi masyarakat. Mereka mempelajari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, manajemen usaha, administrasi keuangan, hingga sistem penjaminan mutu agar setiap kampung nelayan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, hadir mewakili KKP bersama jajaran kementerian dalam upacara penutupan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo.

Di hadapan ribuan peserta, Tri Budi Utomo mengingatkan bahwa keberhasilan Program KDKMP maupun Kampung Nelayan Merah Putih tidak semata ditentukan oleh besarnya investasi maupun pembangunan fisik, melainkan oleh kualitas manusia yang menjalankannya. Karena itu, ia berharap para lulusan mampu tampil sebagai pengelola yang berintegritas, adaptif, dan profesional.

Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberi dampak bagi kehidupan masyarakat pesisir.

Harapan tersebut sejalan dengan visi besar Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Kampung Nelayan Merah Putih diproyeksikan tidak hanya menjadi kawasan permukiman nelayan yang tertata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan peluang usaha, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

Bekal yang dibawa pulang para peserta pun tidak berhenti sebagai materi di ruang pelatihan. Mereka kini dituntut menerjemahkan pengetahuan itu menjadi langkah nyata di lapangan, mulai dari membangun tata kelola yang baik, memperkuat kelembagaan, hingga memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.

Berakhirnya pelatihan ini pada akhirnya bukanlah garis akhir. Justru dari titik inilah pekerjaan sesungguhnya dimulai. Di tangan 5.159 pengelola baru itu, harapan untuk menghadirkan Kampung Nelayan Merah Putih yang maju, produktif, dan berkelanjutan kini mulai dipertaruhkan—agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh nelayan, keluarga mereka, dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia. (*)