SUKASULSEL.COM, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Sebanyak 1.853 lulusan Ocean Institute of Indonesia (OII) resmi diwisuda dalam Wisuda Nasional Pendidikan Tinggi Vokasi KKP Tahun 2026 yang digelar secara hybrid, Selasa (28/7/2026).
Prosesi wisuda dipusatkan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta dengan dihadiri langsung 665 wisudawan, sementara 1.188 lulusan lainnya mengikuti prosesi secara daring dari satuan pendidikan vokasi KKP di berbagai daerah.
Wisuda tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, yang secara resmi melantik seluruh lulusan sekaligus menyampaikan pesan agar mereka menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan bagi sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Dalam sambutannya, Wamen KP menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan vokasi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada bangsa melalui kompetensi, integritas, dan profesionalisme yang telah dibangun selama masa pendidikan.
“Jadilah kebanggaan keluarga, almamater, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta bangsa Indonesia,” pesan Didit di hadapan para wisudawan.
Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran sepanjang hayat, mengembangkan kompetensi sesuai perkembangan teknologi, menjunjung tinggi moralitas dan integritas, serta menjadi penggerak perubahan yang mampu menciptakan inovasi dan membuka peluang kerja di sektor kelautan dan perikanan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat optimal apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan.
“Pembangunan kelautan bukan hanya membangun kapal, pelabuhan, maupun tambak, tetapi juga membangun manusia yang mampu mengelola seluruh potensi tersebut secara profesional sehingga menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Wisuda Nasional Tahun 2026 juga menjadi momentum penting dalam transformasi pendidikan vokasi KKP melalui Ocean Institute of Indonesia (OII). Kehadiran OII memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusan diharapkan siap bekerja, berwirausaha, maupun menciptakan inovasi yang mendukung pengembangan ekonomi biru Indonesia.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi KKP tidak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat pesisir.
Ia mengungkapkan, dari total 6.269 mahasiswa aktif di lingkungan pendidikan tinggi vokasi KKP, sebanyak 5.398 mahasiswa atau sekitar 86,11 persen merupakan anak nelayan, pembudi daya ikan, pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta petambak garam.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan vokasi telah membuka peluang yang lebih luas bagi keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui ilmu pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah bagi sektor kelautan dan perikanan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas usaha, serta menjadi agen perubahan dalam pembangunan maritim Indonesia.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya KKP melalui BPPSDM KP yang terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi sebagai fondasi dalam mencetak talenta maritim yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjawab tantangan pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan.
Dengan diwisudanya 1.853 lulusan Ocean Institute of Indonesia Tahun 2026, KKP optimistis akan lahir semakin banyak insan maritim yang mampu mengubah kompetensi menjadi kontribusi nyata, menghadirkan inovasi, serta memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. (*)
