Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone bekerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang konsisten dilaksanakan pemerintah daerah dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah terlaksana sebanyak 32 kali melalui dukungan APBD maupun kegiatan berskala lebih kecil.
"Kami memilih Desa Usa karena melihat antusiasme masyarakat Kecamatan Palakka sangat tinggi. Kegiatan ini juga melibatkan enam instansi dan dirangkaikan dengan peluncuran aksi perubahan Sigap Pangan (Sinergi Gerakan Pengendalian Harga dan Pasokan Pangan)," ujarnya.
Menurut Zainal, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan program, terutama untuk wilayah terpencil yang membutuhkan subsidi biaya transportasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
"Hujan yang turun hari ini adalah berkah. Semangat kita untuk melayani masyarakat tidak boleh surut. Pemerintah harus memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," kata Andi Akmal.
Ia menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual pada Gerakan Pangan Murah dipasarkan di bawah harga acuan pemerintah karena mendapat subsidi. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Bone.
Andi Akmal juga memastikan Pemerintah Kabupaten Bone akan memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada tahun depan melalui penambahan subsidi pengangkutan maupun subsidi harga agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak desa.
"Kami ingin Gerakan Pangan Murah hadir hingga ke wilayah yang jauh. Dengan dukungan subsidi yang lebih besar, masyarakat di seluruh Kabupaten Bone dapat merasakan manfaat program ini sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah," tegasnya.
Ia turut mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone sebagai leading sector yang terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga pangan melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat.(*)
