Karbala




SUKASULSEL.COM, Sholat Jum'at di salah satu masjid Moncongloe. Khotibnya menguraikan hikmah bulan dahsyat dan puasa Muharram. Sungguh banyak kejadian di bulan Muharram dalam tarikh Islam yang diriwayatkan dalam berbagai hadist dan kronik sejarah.

Kronik bulan Muharram adalah penentuan pertama kalender Hijriah, yaitu peristiwa Hijrah Nabi SAW dari Mekah ke Madinah, kemudian diterimanya tobat nenek kita Nabi Adam AS, setelah dikeluarkan dari Surga dalam peristiwa pelanggaran karena ditipu oleh Iblis.

Catatan di bulan Muharram adalah berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS di sebuah pengunungan yang dicandra berlokasi di Turkey. Aku masih selalu berpikir dan bertanya apakah selama 150 hari atau 5 bulan terombang-ambing di laut, perahu itu tidak mengunjungi Nusantara. Dan tentu akan lain ceritanya kalau perahu besar itu membuang sauh di Sumatera atau pulau Jawa. Saat banjir besar itu pulau Sulawesi masih menyatu dengan Australia.  Menurut penelitian ahli Jepang dan Turkey, perahu Nabi Nuh AS dicandra kayu jatinya berasal dari Nusantara, tepatnya pulau Jawa.

Masih banyak kejadian di bulan Muharram seperti pembebasan Nabi Yusuf AS dari penjara Mesir,  kemudian diangkat sebagai bendahara kerajaan. Dan sebelumnya digoda oleh ibu rumah tangga Sulaeha dkk. Jadi memang sejak awal godaan berselingkuh itu dipicu oleh perempuan yang sudah bersuami. Mungkin kasus Ibu Inggit versus Bung Karno, selingkuh dipicu anak kost.  

Disebutkan pula bulan Muharram ini Nabi Yunus AS dimuntahkan dari perut ikan Nus setelah bertobat dan bersujud membaca Laa Ilaha Illa Anta Subehanaka Inni kuntu minadholimin. Dia dihukum karena frustasi menyebarkan Ajaran Ilahy yang tidak ditanggapi oleh umatnya. Di bulan Muharram Nabi Ayub AS disembuhkan dari penyakit menahun, Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari panggang api raja Namrud.

Salah satu kejadian yang menjadi luka sejarah umat Islam, yang sampai sekarang sakitnya masih gerogoti jiwa kaum muslimin dunia, khususnya di Iran adalah gugurnya Imam Husain bin Ali di Padang Karbala setelah dibantai oleh pasukan Ubaidillah Bin Ziyad  atas perintah Yazid bin Muawiyah. Sinan bin Anas adalah eksekutor yang memenggal kepala Imam Husein bin Ali RA, cucu kesayangan Kanjeng Nabi SAW.

Catatan pendek tentang beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Muharram ini,  menjadi pertanda betapa bulan Muharram menjadi sangat penting sebagai ajang muhasaba manusia modern. Berbagai kejadian sejarah itu menjadi pelajaran yang baik tentang kesabaran (Nabi Ayub AS), jangan tunduk kepada penguasa yang kejam (Nabi Ibrahim AS), pantang berputus asa dari Rahmat Allah (Nabi Yunus AS),  dan kewajiban melawan kejahatan yang dilakukan oleh penguasa yang tidak adil (pembantaian Karbala) oleh dinasti Umayyah.(*)

Jumat, 19 Juni 2026

Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB