SUKASULSEL.COM, BONE — Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dua warga akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Jumat, 8 Mei 2026.
Kepala Operasi dan Siaga BASARNAS Sulawesi Selatan, Andi Sultan, mengatakan bahwa dua warga yang menjadi korban meninggal dunia masing-masing seorang lansia di Kelurahan Bajoe dan seorang balita di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Korban pertama diketahui bernama almarhum Muh. Arsyah (6), seorang murid TK MI Nurul Hidayah yang meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir melanda wilayah tersebut. Korban merupakan anak dari pasangan Saldi dan Nurlina yang berdomisili di Lingkungan Awassalo Coppo, Kelurahan Panyula.
Sementara korban lainnya adalah seorang warga lanjut usia bernama Naima yang diperkirakan berusia sekitar 100 tahun. Korban dilaporkan meninggal dunia akibat diterjang banjir di Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Sulawesi Selatan, Andi Sultan, saat memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi banjir di wilayah Bone.
Menurut Andi Sultan, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah kawasan tempat tinggal mereka terdampak genangan air akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis malam hingga dini hari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone dan pribadi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone akan terus hadir memberikan bantuan dan penanganan bagi warga terdampak banjir, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami juga telah menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak, baik dalam proses evakuasi, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, maupun penanganan pascabanjir,” katanya.
Wabup Bone juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Bone masih cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan banjir susulan di sejumlah titik rawan.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama yang berada di daerah rawan banjir. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, Andi Akmal Pasluddin mengajak masyarakat untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial di tengah bencana yang terjadi.
“Musibah ini adalah duka bersama. Kami berharap masyarakat tetap saling peduli, saling membantu, dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis malam menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Tanete Riattang Timur. Selain merendam permukiman warga, banjir juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta mengganggu aktivitas masyarakat.(*)


