SUKASULSEL.COM,BONE— Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) yang mengalami insiden tertusuk besi pagar sekolah di Kabupaten Bone, Selasa (26/5/2026).
Korban diketahui bernama Maher, siswa kelas VI SD Negeri 15 Bukaka. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Kejadian bermula saat Maher bermain bersama teman-temannya di sekitar area sekolah. Saat mencoba memanjat pagar besi, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga pahanya tersangkut dan tertusuk ujung pagar besi sekolah.
Korban yang kesakitan kemudian berteriak meminta pertolongan. Sejumlah warga dan pihak sekolah yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya membantu sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, Tim Rescue Damkar Bone tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan penanganan darurat. Petugas berusaha menenangkan korban sebelum melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus.
Dalam proses penyelamatan, petugas terpaksa memotong bagian terali pagar besi agar korban dapat dievakuasi dengan aman tanpa memperparah luka yang dialami. Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati karena posisi besi masih menancap di bagian paha korban.
Setelah berhasil dievakuasi, Maher langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi korban saat dievakuasi dalam keadaan sadar meski menahan rasa sakit.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Bone, Akbar, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya
“Ini merupakan bentuk respon cepat petugas Damkar Bone dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Kami selalu siap siaga membantu warga dalam kondisi darurat, tidak hanya kebakaran tetapi juga berbagai operasi penyelamatan lainnya,” kata A. Supriadi.
Ia juga mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di lingkungan sekolah maupun area yang berpotensi membahayakan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(*)



