SUKASULSEL.COM, BONE – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Tanete Riattang sukses menyelenggarakan wisuda santri Sebanyak 154 santri dari 24 unit TK/TPA di wilayah Kecamatan Tanete Riattang dikukuhkan dalam acara khidmat yang berlangsung di Gedung PKK, Jalan Andi Mappayukki, Watampone ]ada Ahad, (26/4/2026)
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekcam Tanete Riattang, Sudirman, SE., Kepala KUA Tanete Riattang, Firman Syata, S.Ag., M.Ag., serta Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bone, Hasbullah, S.Pd.I., M.Pd.
Ketua DPK BKPRMI Tanete Riattang, Saturdi Hamid, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa para wisudawan merupakan santri pilihan yang telah dinyatakan lulus dalam tahapan Munaqasyah.
"Para santri ini telah melalui ujian kompetensi yang komprehensif, mulai dari hafalan surah-surah pendek, ayat-ayat pilihan, bacaan shalat, tata cara wudhu, hingga pemahaman dasar Dinul Islam," ungkap Saturdi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bone, Hasbullah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan dan guru mengaji. Ia menekankan bahwa momen wisuda ini adalah buah dari kesabaran para santri yang telah belajar di unit TK/TPA masing-masing.
Harapan besar juga disampaikan oleh instansi pemerintah terkait. Kepala KUA Tanete Riattang, Firman Syata, mengingatkan hadirin tentang kemuliaan berinteraksi dengan kitab suci. "Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca dan dipelajari mengandung keutamaan dan pahala yang besar di sisi Allah SWT," tuturnya.
Sementara itu, Sekcam Tanete Riattang, Sudirman, SE., menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menjaga moral anak di era teknologi.
"Di tengah derasnya arus digital yang bisa berdampak negatif bagi generasi muda, kita harus membentengi anak-anak kita dengan kegiatan positif dan pengawasan yang ketat. Mari kita jaga mereka dari pergaulan negatif demi masa depan bangsa," tegas Sudirman.
Acara wisuda ini diakhiri dengan prosesi penyerahan plakat dan cendramata serta foto bersama, menandai langkah baru bagi para santri untuk terus mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. (*)

