SUKASULSEL.COM,BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone di Klinik Pratama Marennu Deceng, Jalan Kompleks Stadion Lapatau, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan tasyakuran Klinik Pratama Marennu Deceng BNNK Bone, sekaligus menjadi momentum purnabakti Kasubag Umum BNNK Bone, Drs. Andi Sadikin.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu disambut langsung oleh Kepala BNNK Bone, AKBP H. Risman Sani, S.Ag., bersama jajaran.
Dalam sambutannya, Risman Sani menjelaskan bahwa Klinik Pratama Marennu Deceng yang dibangun pada 2023 difokuskan untuk layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
Menurutnya, hingga tahun ini, layanan rehabilitasi rawat jalan telah menjangkau sekitar 200 orang. Hal tersebut menjadi bukti nyata komitmen BNNK Bone dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan.
“Kami akan terus memaksimalkan fasilitas ini agar proses rehabilitasi berjalan optimal sehingga para penyalahguna dapat segera pulih dan kembali ke tengah masyarakat. Terima kasih atas kunjungan dan dukungan Bapak Bupati Bone,” ujar Risman.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Drs. Andi Sadikin atas pengabdiannya selama bertugas di BNNK Bone.
“Selamat memasuki masa purnabakti kepada Bapak Andi Sadikin. Nilai-nilai baik dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini kiranya dapat menjadi teladan bagi seluruh jajaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Bone menegaskan tingkat kepercayaannya terhadap kinerja BNN yang dinilainya sangat tinggi dalam upaya menutup ruang peredaran narkoba di daerah.
“Tingkat kepercayaan saya kepada BNN di atas 90 persen. Karena itu, saya minta kerja sama ini terus diperkuat untuk benar-benar menutup pintu peredaran narkoba di Kabupaten Bone,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana kebijakan strategis yang akan diterapkan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, yakni pemberlakuan rekomendasi bebas narkoba bagi seluruh pegawai, baik ASN, PPPK, maupun PJLP.
“Kita akan membuat regulasi bahwa seluruh pegawai Pemkab Bone wajib bebas narkoba. Ini akan menjadi syarat dalam berbagai aspek, mulai dari pernikahan, kenaikan pangkat, mutasi, promosi jabatan, hingga fasilitas lainnya. Ini langkah konkret agar birokrasi kita benar-benar steril dari narkoba,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Bone juga mendorong BNNK Bone untuk lebih proaktif dalam melakukan pencegahan, tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan melalui sosialisasi dan edukasi.
Ia bahkan akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) secara menyeluruh di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.
“Kita tidak boleh lengah. Saya minta BNNK Bone menjemput bola, melakukan sosialisasi, dan bersama-sama kita lakukan sidak di seluruh OPD. Waktunya belum kita tentukan. Kita sidak, tutup pintu, dan periksa langsung. Pastikan tidak ada ruang bagi narkoba di Kabupaten Bone,” pungkasnya.(*)
