SUKASULSEL.COM - Sabtu siang, tak begitu terik. Adem rasanya. Begitupun suasana di Kedai 191, kedai yang saya kelola bersama istri kurang lebih 10 tahun.
Sejumlah sahabat yang ngopi sejak pagi terus menebar cerita menarik. Tak ada cerita politik. Hanya soal kecil, seperti kopi, jalangkote dan seputan taman bunga yang terang benderang dimalam hari.
Sebuah mobil tiba-tiba singgah didepan kedai. Tentu mengalihkan perhatian kami. Ternyata yang datang sosok yang tidak asing. Sosok yang selalu meluangkan waktunya saat berada di Kabupaten Bone.
Dia adalah AMURE, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si. Lelaki yang lahir 10 Oktober 1957 ini adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR-RI.
AMURE terlihat letih. Jalannya agak pincang. Namun saat menikmati jalangkote bundar, nampak sangat menikmatinya. Apalagi saat kopi hitam tanpa gula turut menjadi pelengkap.
Penulis buku Lontara Bilang AMURE ini juga memesan 10 dos jalangkote untuk dibagi disebuah acara bola Majang Bersatu. 6 jilid sudah bertengger di meja Kedai 191. Sempat menyampaikan ketidak percayaan sahabat tentang kemampuan AMURE menulis buku sebanyak itu.
Sambil tersenyum, AMURE malah menjawab dengan santai. Itu tulisan saya daeng. Bahkan 3 edisi sudah disiapkan. Saya pun terkesima. Ternyata AMURE masih memiliki kemampuan menulis. Saya harus mengakuinya bahwa saya ingat dan kemampuan meramu kata masih memancing kita untuk membaca tulisannya. Gaya ringan, centil dan menggelitik.
